Ars Kontemporer - Transportasi Massal di Jakarta - Part 1

March 1st, 2008

Post ini adalah salah satu syarat untuk pemasukan tugas mata kuliah Arsitektur Kontemporer
Judul Isyu: Transportasi Massal di Jakarta - M.Fahmi Alhaqqi - 315 04 0137

Transportasi Massal di Jakarta

Dewasa ini, transportasi umum merupakan hal yang sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat urban, khususnya di Jakarta.

Seiring dengan makin tingginya pertumbuhan industri otomotif dan juga naiknya harga minyak dunia disertai dengan volume jalan raya yang kurang berkembang membuat keadaan transportasi di Jakarta semakin kompleks.

Bagi pemilik kendaraan pribadi, berkendara di Jakarta saat peak hours bukanlah suatu kenikmatan, banyak yang harus dibayar selain bensin yang terbuang percuma, juga waktu yang panjang yang harus terbuang sia-sia di jalan, belum lagi kondisi jalan yang makin hari makin tidak sempurna, terlalu banyak kerusakan yang diakibatkan dari rendahnya kontrol perawatan dan mungkin akibat banjir yang melanda Jakarta tidak berapa lama lalu.

Tinjauan Sejarah

Jakarta pada perkembangannya, memiliki beberapa jenis moda Transportasi Massal, antara lain;

  • Trem
  • Transportasi Air / Perahu Sampan
  • Transportasi Umum Kota (Bus, Omprengan, Bemo)
  • Transportasi Umum terbatas (Taksi, Ojek Motor, Ojek Sepeda, Becak, Helicak, Bajaj)
  • Transportasi Massal Skala Menengah (Trans Jakarta)
  • Transportasi Massal Skala Besar (KRL-Kereta Listrik Jakarta Kota-Bogor)

Namun pada perkembangannya, Trem dan transportasi air sudah tidak dapat ditemui, baru belakangan ini oleh Gubernur Sutiyoso mulai diaktifkan kembali Transportasi Air, walaupun dengan persiapan yang kurang matang dan tidak jelas perencanaannya, sedangkan Trem diimajinerkan menjadi Busway/Trans Jakarta yang juga memiliki kompleksitas tinggi (dijelaskan selanjutnya).

berlanjut ke Part 2 

Leave a Reply