Catatan Harian - Bogor Botanical Garden International Workshop
July 17th, 2010Bogor Botanical Garden International Workshop diselerenggarakan oleh Bogor Botanical Garden dengan kerjasama MAAN (Modern Asian Architecture Network) dan International Federation of Landscape Architects, Pemerintah Kota Bogor, Komunitas Bogor 100, Arsitektur Lanskap - Institut Pertanian Bogor, CRESPENT - Institut Pertanian Bogor dan Komunitas Kampoeng Bogor. Workshop ini sendiri berlangsung selama tujuh hari dengan melibatkan peserta dari beberapa negara yaitu Indonesia, Singapura dan Malaysia. Inti dari workshop yang saya dapat pahami adalah bagaimana menjadikan Bogor Botanical Garden memiliki dampak pada perkembangan kota Bogor itu sendiri. Dengan cara memetakan permasalahan, observasi langsung pada lapangan dan mencari solusi kreatif atas permasalahan tersebut.
Pada hari pertama acara berlangsung cukup meriah, dengan presentasi dari Prof. Johannes Widodo dan perkenalan antar peserta, walau saya datang telat tetapi setidaknya masih terekam suasana meriah yang saya maksud, namun suasana berkelompok diantara peserta masih sangat terasa. Malamnya kita semua memilih dan menginap di Guest House didalam Bogor Botanical Garden dengan acara utama malam itu adalah nonton bareng Jerman vs Argentina yang secara brillian Jerman mengkandaskan Argentina tanpa belas kasihan 4-0.
Hari kedua dimulai dengan keberuntungan dapat bangun pagi yang lalu dilanjutkan dengan lari pagi setelah itu dilanjutkan sesi kuliah umum dan setelah makan siang acara dilanjutkan dengan berkeliling Bogor Botanical Garden dengan tour guide yang menjelaskan jenis-jenis pepohonan dan tumbuhan yang saya sendiri sama sekali lupa karena terlalu banyak istilah-istilah latin yang diucapkan siang itu, satu-satunya yang saya ingat betul ada Pohon Cinta dimana kalau kita dan pasangan duduk dibawahnya akan langgeng selamanya asal pulangnya jangan lewat Jembatan Merah hehehe.. kita pun berfoto bersama dibawah pohon itu. Acara keliling Bogor Botanical Garden diakhiri dengan presentasi dan pemilihan Unit Master, saya sendiri saat itu memilih antara Avianti Armand atau Adi Purnomo yang pada akhirnya mendapat Adi Purnomo sebagai Unit Master kelompok saya beserta empat partisipan lainnya dan dibantu oleh dua relawan lokal. Hari kedua masih terasa juga suasana berkelompok dari institusi masing-masing, dengan kata lain belum ada pembauran yang berarti.
Hari ketiga tidak terliputi keberuntungan bangun pagi akibat lelah setelah berkeliling Bogor Botanical Garden di hari kemarin, alhasil hari itu diawali dengan kuliah umum yang cukup membuat kantuk menyerang di Treub Laboratorium, setelah itu dilanjutkan dengan briefing oleh Adi Purnomo. Pada intinya, unit yang saya ikuti lebih menitikberatkan pada sungai sebagai dasar pemikiran untuk workshop kali ini, setelah itu dilanjutkan dengan investigasi ke Pintu Air Katulampa. Hari ini cukup menarik dan suasana berkelompok pun sudah mulai sirna dan mulai terjadi pembauran, malamnya diakhiri dengan istirahat lelap dengan pegal-pegal di kaki yang luar biasa rasanya.
Hari keempat masih diawali dengan kuliah umum yang setelah itu dilanjutkan dengan observasi lapangan, kali ini observasi lebih difokuskan pada area periferi di sekitar Bogor Botanical Garden. Hari ini diakhiri dengan briefing ringan tentang apa yang didapat dari observasi hari ini. Hari kelima dimulai dengan bangun kesiangan, beruntung sudah tidak ada kuliah umum namun diawali dengan briefing untuk observasi lanjutan oleh unit kami, hasil briefing diputuskan unit kami dipecah menjadi tiga bagian sesuai dengan minat pembahasan, saya mengobservasi di Kali Ciliwung dengan fokus pada Pulo Geulis, cukup menarik karena saya dan dua teman lainnya mengeksplorasi ke kampung di pinggiran kali ciliwung dan didalam Pulo Geulis itu sendiri. Suasana kampung yang saya duga kumuh berantakan dan tidak nyaman langsung terhapus begitu saja setelah masuk langsung kedalam kampung tersebut, terasa sekali suasana yang sangat Indonesia, dengan keramahan para penduduk dan pathway yang bersih dan tertata oleh penduduk sekitar, sangat sulit mencari pemandangan sampah pada kampung tersebut kecuali pada area-area yang menjadi tempat penampungan sampah. Ketika turun ke kali (saat itu kali ciliwung sedang surut sehingga kita bisa berjalan di bebatuan dan bahkan menyeberanginya dengan melompati batu-batu kali yang besar) suasana yang berbeda sangat terasa, dengan sampah-sampah bertebaran, kotoran manusia bagaikan jebakan ranjau yang siap menanti dan tak jarang ditemui manusia-manusia yang sedang enak berjongkok melakukan aktivitas biologis hariannya. Ciliwung itu Romantis, kalau saya bilang. Sangat terasa keromantisannya, walaupun warga sekitar masih menganggap kali ciliwung sebagai halaman buangan bukan halaman belakang, sangat disayangkan karena hal ini bertolakbelakang terhadap kepedulian warga sekitar terhadap area kampung yang tertata baik dan bersih.
Hari kelima pun diakhiri dengan pengerjaan analisa awal dan diskusi ringan mengenai hasil yang didapat pada observasi hari ini, diskusi menjadi lebih menarik dan beragam karena area observasi lebih besar serta dari pandangan berbagai partisipan yang beragam.
Hari keenam masih seputar pengerjaan dan beberapa anggota kelompok masih melakukan observasi karena kekurangan data. Pengerjaan hari ini masih seputar analisa dari data-data dan hasil observasi.
Hari ketujuh juga masih seputar pengerjaan, namun sudah masuk ke ranah desain dan brainstorming ide-ide yang diusulkan sebagai solusi atas permasalahan yang ditemui. Hari-hari terakhir ini sungguh berat, kurangnya jam tidur mempengaruhi progress namun tetap kerja jalan terus dengan semangat untuk menjadi yang terbaik diantara yang terbaik.
Esoknya dengan tidak bangun kesiangan karena hanya tiga jam waktu tidur dan masih diliputi semangat empat lima untuk mempresentasikan di hari terakhir ini, unit kami sudah siap dengan materi yang menurut kami cukup maksimal. Akhirnya sekitar pukul sembilan pagi, sesi presentasi dimulai dan unit kami mendapat giliran kedua, presentasi diwakilkan oleh dua orang yang masing-masing memiliki jatah presentasi sebagai presenter hasil analisa dari data dan satu lagi sebagai presenter ide-ide yang dihasilkan.
Cukup menarik workshop kali ini, banyak pengalaman dan pelajaran baru yang dapat dipetik dari workshop singkat tujuh hari di Bogor Botanical Garden. Rasa-rasanya seperti mendapatkan ilmu setara dengan satu semester reguler 21 SKS di kampus. ![]()










